Jadi setelah seminggu lebih di Surabaya yang isinya cuma males2an, akhirnya tiba juga waktu untuk kembali ke Darwin. Deg2an karena takut anak-anak nggak fit jadi pada cranky. Tapi sungguh anak-anak ini hebat. Bener-bener bantu maminya.
Saat di bandara Juanda Surabaya si mas Gili ngantuk jadi minta gendong terus. Sedangkan si kakak laper terus minta disuapin nasi sama ayam goreng terus. Jadilah agak rempong karena si mas Gili ngantuk. Tapi bukan ibu-ibu kalau nggak bisa bawa 2 anak plus mainannya naik pesawat 😅
Perjalanan dari Surabaya ke Denpasar aman. Sesampainya di Denpasar anak-anak cukup kooperatif dengan bantu untuk ambil bagasi dan pindah ke terminal internasional. Beruntungnya kami, waktu mau jalan ke terminal internasional, mobil kecil untuk shuttle sudah disediakan. Jadi kami batal jalan dengan bawaan koper penuh semua. Mobil shuttle ini gratis disediakan oleh bandara Ngurah Rai dari terminal Domestik ke Internasional begitu pula sebaliknya. Ada 2 mobil yang stand by disana. Sesampainya di terminal Internasional kami dibantu juga menurunkan koper besar yang berat dari mobil. Lalu kami menunggu. Ramenya bandara Internasional Ngurah Rai 😅
Kami menunggu di luar pintu untuk check in tiket. Karena memang jam kami terbang ke Darwin masih lewat tengah malam, jadi counternya belum dibuka. Disini anak-anak mulai kurang nyaman. Mereka mulai ngantuk, mulai bosan karena lama dan tempat tunggu yang kurang nyaman. Aku berusaha mengjibur dan ajak mereka main. Segala cara dilakukan. Sampai akhirnya waktunya bisa masuk untuk check in tiket.
Antrian panjang dan lama untuk check in. Setelah menunggu lama itu, ternyata pesawat delay. Delay dari yang seharusnya berangkat pk 00.55 jadi ke pk 14.00. Lamanya... dan syukurlah kami diberi kompensasi menginap di hotel Novotel yang ada di Bandara. keuntungan buatku. Anak-anak jadi bisa istirahat. Walaupun akhirnya ketemu pap jadi mundur. Tak apalah yang penting mereka dapat cukup istirahat pikirku. Di hotel Novotel yang cukup mewah ini, anak-anak senang. Walaupun hanya untuk tidur sebentar tapi mereka menikmati waktu disana. Kakak tidur lelap sampai pagi. Kami sampai melewatkan waktu breakfast di hotel. Untungnya kami masih punya jatah usd 35 per orang. Jadilah mam pesan makanan di resto hotel. Pesan sup buntut untuk sarapan anak-anak. Dan mereka lahap makan. Pesan pancakes juga. Senangnya 😊
Tiba saatnya kami harus melanjutkan perjalanan ke Darwin. Seperti biasa mam deg-degan kalau naik pesawat bersama krucils. Takut mereka bosan karena perjalanan 2,5 jam cukup lama ya. Badan sudah mulai nggak fit, kuping berdengung dan sakit banget waktu landing. Perjalanan lancar aman. Sampai di Darwin sesuai waktunya. Yang lama antri pemeriksaan barang. Karena bawa makanan kami harus declare. Jadilah antri itu yang lama sekali.
Pap sudah menunggu di depan pintu keluar. Anak-anak bahagia ketemu pap nya. Mam tetep dorong troley penuh barang 😂
Dan kehidupan kami di Darwin berjalan seperti biasanya 😊




