Kamis, 31 Desember 2015

Happy New Year!!

Happy New Year 2016!!
Semoga tahun ini lebih baik dari tahun lalu dan semakin baik lagi di tahun-tahun berikutnya. 

Setelah setahun yang cukup berat di 2015, saatnya tahun ini menjadi lebih baik dan selalu penuh kesadaran untuk bersyukur dan belajar. Tahun lalu cukup berat untukku karena ini adalah tahun pertamaku tanpa mami, papnu kehilangan pekerjaannya, ekonomi keluarga kacau dan beberapa kejadian yang menguji kesabaran. Tapi selain itu semua, tahun lalu juga tahun terbaikku. I feel the closeness of my little family. Watch the kids growing up and how we love each other is spectacular. More over is papnu moved to Darwin on dec, 27th. That means in 2016 we all move to Darwin too. We start a new live. Must be hard,fun,and crazy. But we love crazy 😁

Oya, since we had this relationship more than 10 years ago, i never felt this loved. Love you pap even more each day 😍😘😘 

Senin, 28 Desember 2015

Saatnya Pap pergi

Well, sudah tiba saatnya pap pergi duluan untuk kerja di Darwin. Super excited. Sedih juga ternyata ditinggal bertiga sm anak-anak. Hari minggu kemarin tanggal 27 itu pap pagi-pagi kuantar ke bandara. Seneng sekaligus sedih. Seneng karena ini adalah impian kami berdua yang menjadi kenyataan. Sedih karena kami harus berpisah sementara selama beberapa bulan ke depan sampai saatnya kami bisa ikut pergi dan tinggal bersama-sama lagi. Semoga semua lancar. Pap betah disana, kami bisa segera nyusul, dan anak-anak mudah adaptasinya. 

Btw, Merry Christmas! Tahun ini Natal lagi-lagi tidak semeriah biasanya. Karena kami sibuk dengan persiapan kepergian pap. Tapi menjadi Natal yang sangat sempurna karena kadonya sungguh luar biasa. Anak-anak pun pintar dan kakak sangat mengerti kalau pap kerja jauh dan suatu saat kami akan pergi ke kantor pap. 

Sekali lagi, Merry Christmas!

Rabu, 23 Desember 2015

Natal tanpa mami

Ini yang kedua kalinya Natal tanpa mami. Tahun lalu benar-benar terasa pertama kalinya Natal tanpa mami. Tahun ini jadi lebih terasa lagi. Karena keluarga pap nu kumpul di Surabaya. Jadi merasa benar-benar ada yang kurang. Semoga mami sudah di Surga sambil senyum-senyum lihat kami disini. 
Selain rindu mami di Natal kali ini, ini juga Natal yang mendebarkan. Pap Nu berangkat ke Darwin hari minggu ini. Setelah ini kami akan bertiga untuk sementara waktu. Semoga pap juga betah di tempat barunya dan kami bisa segera menyusul kesana. 

Jadi Natal tahun ini sangat campur aduk rasanya. Bahagia,sedih,rindu,dan komplit. 

Jumat, 18 Desember 2015

Visa oh visa

Yeaayyy!!! Akhirnya visa Australia yang sudah ditunggu-tunggu sama pap nunu keluar juga. Puji Tuhan akhirnya bisa berangkat. 
Ceritanya pap mau merantau kerja di Australia. Jadi pegawai setempat kantor konsulat Indonesia yang ada di Darwin. Walaupun katanya gajinya kecil, tapi tak apalah. Kerja buat negara tapi rasa Australia. 

Rencananya mau berangkat akhir tahun sekalian. Jadi nggak Tahun Baruan bareng dong? Ya nggak masalah sih, yang penting Natalannya kan bareng. 

Semoga semua berjalan lancar. Semoga kami bisa segera menyusul. Supaya anak-anak bisa mencicip pendidikan di luar negeri dan bahasa Inggrisnya was wes wos. Dan semoga saya bisa jadi ibu rumah tangga yang baik 😊

Selasa, 15 Desember 2015

Tara's first time dentist experience

Kakak Tara bulan ini berusia 43 bulan. Kemarin adalah pertama kalinya kakak ke dokter gigi. Hebat! Kakak Tara tidak takut. Malah seneng waktu difoto-foto giginya. Ada stain, karang gigi dan gigi yang berlubang. Jadi kemarin dibersihkan stainnya. Senengnya lagi karena ini ke dokter gigi langganan yang baik hati dan teman sendiri, jadi kalau kesana sekeluarga sambil bawa anak-anak nggak sungkan karena berisik. Sabar juga periksa dan bersihin giginya kakak. Dan terakhir diajarin cara sikat gigi yang benar. Jadi kakak mau disikatin sama mam. 


Minggu, 22 November 2015

Mengusir Malas

Ternyata yang namanya malas itu susah banget diusirnya. Sejak terakhir nulis blog ini padahal sudah diniatin mau lebih rajin menulis di blog. Tapi nyatanya... Tetep aja. Walaupun sudah download aplikasi blogger di henpon, ternyata tidak malas menulis itu tidak mudah. 

Selain malas menulis, saat ini sedang malas jalanin oriflame. MLM ini bagus banget menurut aku. Baru jalanin 3 bulan, sudah dapet bonus bulanannya juga, tapi kok masih males juga ya. 

Masih ada lagi kemalasanku. Malas membuat aktivitas untuk bahan bermain sambil belajar anak-anak. Merasa tidak punya waktu. Padahal kalau mau disempetin ya masih bisa. 

Kemalasan yang terakhir dan yang paling parah adalah malas membaca. Punya 4-5 buku baru yang belum dibaca Tentang parenting semua. 

Coba browsingcara mengusir malas ah. Apa bisa ya...

Minggu, 12 Juli 2015

Kembali dengan tidak utuh

Astaga... Setahun ya? Atau lebih? 

Many things happened. One of the biggest is my mom passed away. Di bulan Desember tahun 2014, tepatnya tanggal 2, mami pergi untuk selamanya. Sebelumnya di ICU RS Husada Utama Surabaya selama 16 hari tepatnya dari tanggal 16 November. Di hari Minggu tanggal 16 November itu semuanya terjadi seperti biasa. Pagi kami ke gereja bersama Mami dan setelah itu ajak makan dan jalan-jalan ke PGS. Siang di rumah seperti biasa kami ngumpul di kamar Mami dan bercanda bersama anak-anak. Sore jam 3an kami pamit pulang dan itulahterakhir kami melihat mami sadar. Sore jam 6an kami ditelepon Papi. Diberitahu bahwa Mami muntah-muntah. Awalnya kami santai. Ternyata sakit Mami parah. Langsung kami bawa ke RS dan ternyata mami mengalami Perdarahan di batang otak. Kami belum tahu itu apa. Tapi aku pasrah.  Kami panggil Romo untuk memberi Mami Sakramen Perminyakan untuk orang sakit. Dan semoga mami masih mendengar itu semua. Lalu mami dibawa ke ICU. Tanggal 17 November pukul 01:20, mami berhenti bernafas. Dipacu jantung dan dipasang ventilator. Mami masih hidup walaupun dinyatakan mati batang otak. Butuh waktu 2 minggu untuk meyakini bahwa mati batang otak dalam kasus mami adalah end of everything. Syaraf pusat penopang kehidupan sudah tidak berfungsi. Dalam Gereja Katolik hal ini sudah dikatakan mati. Tapi kami masih menunggu dan akhirnya mami pergi. Kehilangan orang yang memiliki arti segalanya adalah perasaan kehilangan yang membuat hidupku kacau. Sedih yang mendalam hanya bisa kututup dengan perasaan syukur karena mami tidak merasakan sakit yang terlalu lama. Tugas mami sudah selesai. Hanya bisa berkata, see you mom... Till we meet again...