Minggu, 12 Juli 2015

Kembali dengan tidak utuh

Astaga... Setahun ya? Atau lebih? 

Many things happened. One of the biggest is my mom passed away. Di bulan Desember tahun 2014, tepatnya tanggal 2, mami pergi untuk selamanya. Sebelumnya di ICU RS Husada Utama Surabaya selama 16 hari tepatnya dari tanggal 16 November. Di hari Minggu tanggal 16 November itu semuanya terjadi seperti biasa. Pagi kami ke gereja bersama Mami dan setelah itu ajak makan dan jalan-jalan ke PGS. Siang di rumah seperti biasa kami ngumpul di kamar Mami dan bercanda bersama anak-anak. Sore jam 3an kami pamit pulang dan itulahterakhir kami melihat mami sadar. Sore jam 6an kami ditelepon Papi. Diberitahu bahwa Mami muntah-muntah. Awalnya kami santai. Ternyata sakit Mami parah. Langsung kami bawa ke RS dan ternyata mami mengalami Perdarahan di batang otak. Kami belum tahu itu apa. Tapi aku pasrah.  Kami panggil Romo untuk memberi Mami Sakramen Perminyakan untuk orang sakit. Dan semoga mami masih mendengar itu semua. Lalu mami dibawa ke ICU. Tanggal 17 November pukul 01:20, mami berhenti bernafas. Dipacu jantung dan dipasang ventilator. Mami masih hidup walaupun dinyatakan mati batang otak. Butuh waktu 2 minggu untuk meyakini bahwa mati batang otak dalam kasus mami adalah end of everything. Syaraf pusat penopang kehidupan sudah tidak berfungsi. Dalam Gereja Katolik hal ini sudah dikatakan mati. Tapi kami masih menunggu dan akhirnya mami pergi. Kehilangan orang yang memiliki arti segalanya adalah perasaan kehilangan yang membuat hidupku kacau. Sedih yang mendalam hanya bisa kututup dengan perasaan syukur karena mami tidak merasakan sakit yang terlalu lama. Tugas mami sudah selesai. Hanya bisa berkata, see you mom... Till we meet again...