Yap yap brafax sudah ada. Sekarang pertanyaannya kapan. Iya, kapan urus visa nya, kapan beli tiketnya, kapan beberesnya, kapan berangkatnya. Nah kan ya banyak banget kapannya. Belum bagaimana nya. Duh pusing pala babi deh ini.
Meanwhile at home... Anak-anak makin manjaaaa... Mommy pusing nak... Hampir stress di rumah. Terutama Gili. Nempel terus. Minta mimik terus. Minta sama mam terus. Kan kasian kakak dek...
minggu lebih beberapa hari ditinggal papnu ke Darwin. Tapi rasanya seperti sudah berbulan-bulan. Nggak gampang urus anak dua di rumah sendirian. Bukan masalah kebutuhan makan minumnya, tapi lebih ke kebutuhan bermainnya. Beberapa artikel sudah banyak yang mengulas pentingnya interaksi anak dengan sosok ayah. Ini benar-benar kerasa di rumah. Mereka mungkin jenuh. Bosan dengan kegiatan monoton yang mamci kasih. Hehehe 😁
Ibarat keripik singkong pedes, level fun mamci itu cuma di level 3. Level fun papnu di level 17 😊
Well, ya harus dinikmati. Setelah ini kami toh akan segera menyusul kesana. Harus mulai siap-siapin juga yang disini. Bagaimana opa akan sendirian di rumah dan kami harus pastikan papi baik-baik saja saat ditinggal. Sebenarnya anak mana yang tega ninggal orang tua yang tinggal satu. Tapi hidup di tempat lain adalah impian buatku. Dan kami berusaha memberi kehidupan yang lebih baik untuk anak-anak. Karena hidup adalah pilihan. Sering kali pilihan itu tidak mudah. Tapi harus dipilih.